Selayang Kisah & Sejarah Warung Apung Rahmawati

Home  >>  Berita  >>  Selayang Kisah & Sejarah Warung Apung Rahmawati

Selayang Kisah & Sejarah Warung Apung Rahmawati

   Berita   April 29, 2016  No Comments

Bagi warga kota Gresik pasti sudah mengenal Warung Apung Rahmawati, sebuah restoran yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat sekitar, dan sudah merupakan tempat makan paling sering di singgahi oleh masyarakat Gresik. Pendiri warung apung rahmawati adalah seorang perempuan pejuang dari Sidoarjo bernama Susmiati yang dilahirkan di Sidoarjo pada 12 Desember 1956. Berasal dari keluarga sederhana dengan hidup betul-betul bertumpu pada kekuatan untuk tabah dan meski hanya lulusan SPG (sekolah pendidikan guru), beliau memperbaiki nasib yang semula hanya seorang pengajar sebagai guru di salah satu sekolah di Desa Jati Sidoarjo kini mempunyai 11 cabang restoran yang tersebar di wilayah Jawa Timur meliputi Gresik, Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro,Sedati,Krian,Mojokerto, Jombang dan Sidoarjo.

Jalan hidup membawanya berkenalan dengan Amar Abdul Aziz, yang sampai saat ini setia dalam mendampingi perjalanan hidupnya hingga di karuniai 4 anak. Sesuai memutuskan menikah, beliau menjadi seorang ibu rumah tangga. sepanjang dasawarsa 70-an, Bu Susmiati bersama keluarganya melewatkan kehidupan yang sangat sederhana. Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Susmiati melakukan segala macam usaha mulai usaha membuat kue/roti, Toko peracangan hingga berjualan ikan untuk di distribusikan ke pasar.semua dilakukan dengan perasaan tidak ada gengsi, tak ada malu dan tak ada rasa takut direndahkan. Pada tahun 1989. Bu Susmiati mulai fokus untuk mengolah kemamouan memasaknya dengan memaksimalkan link di tempat suaminya dimana bekerja, melalui penawaran jasa katering. semuanya dilakukan murni sebagai kepedulian istri untuk membantu suami mencari nafkah.

Pada tahun 1997 beliau serta suami pergi haji dan ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci tersebut, Bu Susmiati di sapa sosok lelaki tua yang belum pernah dikenalinya dan memanggil Bu Susmiati dengan sebutan Rahmawati . Disinilah embrio lahirnya WARUNG APUNG RAHMAWATI. Seusai menunaikan ibadah haji , Bu Susmiati (Hj.Rahmawati) dan suami (H A AZIZ) beserta keluarga memutuskan pindah dan hijrah di kota Gresik. melalui hasil musyawarah bersama suami (H A AZIZ), akhirnya beliau mendirikan bengkel mobil di Gresik dengan nama Rahma Motor. sepanjang perjalanan bisnis bengkel keluarga tersebut yang telah di jalani 5 tahun semenjak pendiriannya.

Bu Susmiati memulai lagi menyalurkan hobi memasaknya dengan menjalankan bisnis kateringnya untuk di distribusikan di perusahaan perusahaan sekitar wilayah Kota Gresik. pada suatu ketika Bu Hj.Rahmawati mulai merancang gagasan bagi operasional rumah makan yang di mulai dengan pinjaman modal dari bank. Beliau menghayalkan rumah makannya kelak memiliki cita rasa yang di cintai pengunjungnya. Apa sih bisnis rumah makan itu? Tentu beliau mendambakan rasa dan kepuasan. Apa jantung dari usaha itu? Pelayanan dan cita rasa, tidak lebih. Lalu bagaimana agar bisnis itu tidah hanya sukses melayani pelanggan tapi juga sukses mendulang keuntungan? Buat manajemen yang rapi.

Dalam wacana yang sangat sederhana, Bu Hj.Rahmawati menyusun konsep untuk menjalankan usaha rumah makannya. Setelah memikirkan cara mengelola, Beliau memikirkan pegawainya. Bagaimana menciptakan aturan main kerja sehingga pegawai merasakan cinta saat bertugas? Bu Hj.Rahmawati dengan cepat menjawab pertanyaannya sendiri. Beliau memperlakukan mereka seperti anak anaknya sendiri. Para pegawainya itu akan dididik dengan baik, dibina, dirangkul, untuk sama sama berkembang. Setelah puas menuangkan hal hal yang ia kerjakan, Bu Hj.Rahmawati merasakan perasaan bahagia.

Inilah fase yang penting dalam sejarah kelahiran Warung Apung Rahmawati. Yakni ketika Bu Hj.Rahmawati menatap memuali bisnis rumah makan dalam rancangan idealisme yang beliau buat. Walau bermodal terbatas, tapi visinya sudah jauh kedepan. Dibantu ketiga anak maka dimulailah usaha rumah makan Bu Hj.Rahmawati. Uniknya usaha rumah makan tersebut menggunakan lahan tanah yang belum tahu kondisinya dan saat mengetahui bahwasanya lahan yang akan di gunakan usaha rumah makan berupa rawa rawa dengan genangan air spontan Bu Hj.Rahmawati memberi nama usaha rumah makannya dengan sebutan WARUNG APUNG RAHMAWATI. Apung karena usaha berdiri dibangun diatas genangan air dan Rahmawati sebagai nama titipan dari lelaki tua yang di perolehnya saat menunaikan ibadah haji. Usaha rumah makan yang hanya satu cabang tersebut kemudian melesat populer di Wilayah Gresik karena pelayanan yang luar biasa dan cita rasa ayam bakar sebagai pionemnya.

kunjungan berdatangan tanpa henti , Dari hasil keuntungan saat itu, Bu Susmiati yang lebih dikenal Bu Rahmawati saat ini bisa melakukan ekspansi untuk pembukaan cabang rumah makannya. Kombinasi antara Bu Hj.Rahmawati dan sang suami (H A AZIZ) yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam menjalankan usahanya berpadu harmonis dengan pembawaan putranya, Tony Susanto yang cermat dan tenang. Semua problem dalam menjalani usaha rumah makan dibawa dalam rapat keluargannya untuk dicari solusinya.

Permintaann akan penambahan cabang semakin tertanam di benak Bu Hj.Rahmawati. Usaha yang ditujukan semula untuk menjaga kestabilan keluarga, kemudian berkembang menjadi bisnis yang amat serius. Beberapa cabang yang dimiliki dirasa kurang mencukupi. Titik layanan kian melebar, tak hanya di Daerah Gresik, Surabaya, Lamongan, tapi juga sampai ke daerah-daerah lain di Jawa Timur. Keluarga Bu Hj.Rahmawati tengah mempersiapkan dasawarsa tahun 2003-an secara alamiah memasuki babak baru yang sangat penting. Sebuah fase dimana kehidupan berbisnis tidak lagi sekedar “aktifitas keluarga” untuk menambah rezeki. Pada tahun 2010 realita membuktikan bahwa mereka mampu membesarkan rumah makan dan mendulang keuntungan yang signifikan.

Keluarga Bu Hj.Rahmawati bisa menambah jumlah cabang rumah makan sebanyak 10 gerai dan itu akan terus bertambah setiap tahunnya.

Bersama tim Warung Apung Rahmawati, Tony Susanto selaku Direktur Utama pun mantap menjalankan tugas operasional perusahaan secara keseluruhan. Bisa dikatakan tahun 2003-an merupakan masa penggodokan idealisme Warung Apung Rahmawati. Dalam kesederhanaan Bu Hj.Rahmawati memimpin perjalanan besar membawa Warung Apung Rahmawati siap mengarungi zaman. Dia menanamkan kepada tim manajemennya bagaimana menumbuhkan sense of belonging yang tinggi terhadap Warung Apung Rahmawati dengan menjadi “serdadu-serdadu” tangguh dan penuh pengorbanan. Mereka menikmati masa-masa sangat bersahaja dimana atmosfer konvensional masih menyelimuti manajemennya. Pengelolaan yang sangan rapi dan manajemen keluarga yang sehat memungkinkan Warung Apung Rahmawati menambah cabangnya. Agus Wahyu Raharjo, putra ketiga dipercaya untuk memimpin Warung Apung Rahmawati sebagai direktur operasional dan sang kakak Yogi Febriyanto sebagai direktur keuangan.

Setelah melewati tahun-tahun yang berat, dasawarsa selanjutnya mulai disinari optimisme yang lebih kuat. Nilai-nilai dan prinsip Warung Apung Rahmawati yang di tancapkan Bu Hj.Rahmawati telah berakar dan menghasilkan batang serta dahan yang sehat. Setelah 10 tahun bisa bertahan, wajah bisnis ini terlihat sangat jelas. Warung Apung Rahmawati bisa mengukur diri apakan mampu melanjutkan perjalanan atau tidak.

BuHj.Rahmawati beserta suami (H A Aziz) dan ketiga anaknya bertekad maju terus. Pada tahun 2013, 10 tahun setelah Warung Apung Rahmawati lahir, cabang bertambah menjadi 10 gerai. keyakinan Bu Hj.Rahmawati beserta suami (H A Aziz) bahwa masyarakat perlahan tapi pasti akan mantap memilih Warung Apung Rahmawati sebagai tempat singgah untuk makan dengan kualitas layanan prima dan sistem profesional yang terpercaya akan terbentuk. Kemajuan demi kemajuan tak terbendung lagi di Warung Apung Rahmawati. Manajemen yang rapi, idealisme yang dijaga ketat, pengaturan finansial yang sangat matang dan strategi ekspansi yang arif, membuat langkah kemajuan Warung Apung Rahmawati begitu tertata sangat cantik. Perpaduan antara kekuatan kharisma Bu Hj.Rahmawati beserta suami (H A Aziz), Agresifitas dan kreatifitas Tony Susanto, serta ketenangan strategi Agus Wahyu Raharjo membuat Warung Apung Rahmawati di era 2010-an menunjukkan perkembangan yang sehat.

Inilah catatan penting dari perjuangan Bu Hj.Rahmawati beserta suami (H A Aziz) dalam membidik sukses masa depan, kesabaran, teguh dalam prinsip, kepemimpinan yang tegas, bijaksana, profesionalisme serta selalu mengutamakan faktor religi. Perkembangan aset adalah hal yang paling menonjol jika membicarakan kemajuan Warung Apung Rahmawati. Perusahaan ini telah berkembang sedemikian rupa seperti benih yang menumbuhkan batang kuat dan menghasilkan rimbun dedaunan dengan dahan yang bertyambah banyak. Dari awal bergulirnya, kini Warung Apung Rahmawati telah memiliki 11 cabang rumah makan. Kini sekitar 500 karyawan yang berkarya di kantor pusat dan cabang. Dekorasi setiap cabang juga terus di remajakan. Keinginan untuk menjadikan Warung Apung Rahmawati go internasional terus di perjuangkan dengan melibatkan konsistensi seluruh tim. Sebuah terobosan luar biasa yang mencengangkan.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *