Call Us : 0822-4000-0020

Mengintip Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Kota di Indonesia

Home  >>  Berita  >>  Mengintip Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Kota di Indonesia

Mengintip Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Kota di Indonesia

   Berita   Desember 10, 2016  No Comments

 

Dua hari lagi umat Islam akan memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW atau dikenal dengan Maulid Nabi yang dirayakan dengan beragam tradisi meriah di berbagai kota di Indonesia. Tradisi-tradisi tersebut sudah lama berjalan dan dipertahankan hingga sekarang serta kerap mengundang kedatangan turis dari berbagai daerah. Seperti apa keseruannya?

 

Muludhen, Madura (Jawa Timur)

Masyarakat Madura merayakan Maulid Nabi dengan pembacaan barzanji atau riwayat hidup Sang Nabi. Dalam prosesi pembacaan barzanji, diselipkan ceramah tentang kebaikan dan tauladan dari Nabi Muhammad SAW. Acara berlanjut dengan Maulid Agung, yakni para kaum hawa berkumpul membawa talam penuh buah-buahan yang ditusuk dengan lidi dan diletakkan di tumpeng. Kini buah-buahan tersebut juga dapat diganti makanan instan serta uang.

www.papasemar.com

 

Bungo Lado, Padang Pariaman (Sumatera Barat)

Maulid Nabi di Padang Pariaman dirayakan dengan tradisi Bungo Lado—yakni membuat pohon hias yang digantungi uang kertas serta kertas minyak berwarna-warni. Hiasan-hiasan lain juga turut meramaikan si Bungo Lado agar terkesan meriah. Setiap orang baik lokal maupun pendatang dapat menggantungkan uangnya pada pohon tersebut dan nantinya akan dikumpulkan untuk pembangunan masjid.

 

www.andri.ahli.it

 

Kirab Ampyang, Kudus (Jawa Tengah)

Di Kudus, Maulid Nabi dirayakan dengan Kirab Ampyang yang hampir mirip dengan perayaan Muludhen di Madura. Bedanya hanya soal makanan yang disajikan, yakni berupa nasi dan kerupuk yang disusun berbentuk piramid bertingkat lalu diarak keliling desa.

www.foto.metrotvnews.com

 

Maudu Lampoa Cikoang, Takalar (Sulawesi Selatan)

Di Cikoang, Takalar, Maulid Nabi dirayakan dengan tradisi bernama Maudu Lompoa Cikoang yang diambil dari bahasa Makassar. Perayaan ini tak hanya menampilkan ritual agama tapi juga pertunjukan seni dan budaya. Dalam persiapannya, Maudu Lampoa Cikoang membutuhkan waktu hingga 40 hari.

www.matthewoldfield.photoshelter.com

 

Keresan, Mojokerto (Jawa Timur)

Tradisi Keresan di Mojokerto pun tak kalah unik. Yakni merebut hasil bumi dan pakaian yang digantung pada pohon keres oleh sejumlah warga di Dusun Mengelo, Mojokerto, sebagai lambang bahwa semua pohon sedang berbuah menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dan memberi berkah bagi umat di bumi.

www.antaranews.com

 

Pawai Endog-endogan, Banyuwangi (Jawa Timur)

Dalam pawai Endog-endogan yang diadakan di Banyuwangi, telur-telur hias ditusuk dengan kayu lalu ditancapkan pada batang pisang yang berhias bunga-bunga kertas kemudian diarak dan diperebutkan sebagai simbol budaya gotong-royong masyarakat serta bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Ada yang mengatakan bahwa tradisi Endog-endogan adalah warisan Wali Songo.

www.travel.kompas.com

 

Grebeg Maulud, Yogyakarta

Yang paling meriah adalah perayaan Maulid Nabi di Yogyakarta yang dikenal dengan Grebeg Maulud. Grebeg artinya mengikuti, yakni mengikuti Sultan dan para pembesar untuk berjalan keluar dari Keraton Yogyakarta menuju masjid untuk menjalani prosesi secara lengkap. Puncaknya, usai doa dan upacara persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, gunungan tersebut diarak dan diperebutkan sebab diyakini mengandung tuah bagi kesuburan pertanian serta terkabulnya harapan.

www.alannobita.wordpress.com

 

Nah, mana perayaan yang paling menarik dan akan kamu kunjungi? Share di sini ya!

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *