Call Us : 0822-4000-0020

Mengaku Lepat dengan Ketupat, Leburan Dosa dengan Lebaran

Home  >>  Berita  >>  Mengaku Lepat dengan Ketupat, Leburan Dosa dengan Lebaran

Mengaku Lepat dengan Ketupat, Leburan Dosa dengan Lebaran

Nyuwun ngapunten sedoyo kalepatan

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Ketupat Lebaran 2

via www.flickr.com

Makan ketupat makan ketupat hari lebaran
Rasanya nikmat rasanya nikmat tak terbayangkan
Makan ketupat makan ketupat hari lebaran
Bersama mama papa, saudara dan handai tolan
(Lirik Lagu “Ketupat Lebaran” – Chiquita Meidy)

Idul Fitri dirayakan dengan berbagai cara; pawai takbir keliling, saling memaafkan, hingga mencicipi aneka hidangan salah satunya Ketupat. Tradisi Ketupat Lebaran sudah ada sejak masuknya Islam ke tanah Jawa pada tahun 1400-an dan hingga kini tetap dilestarikan. Bisa jadi, Ketupat memang tak bisa dipisahkan dari tradisi Lebaran Islam Nusantara. Apa makna Ketupat dan Lebaran?

Dialek Jawa menyebut Ketupat sebagai Kupat atau Tupat. Kata Kupat berasal dari kata Ku, yakni ngaku atau mengakui dan Pat, berarti lepat atau kesalahan. Pendeknya, Ketupat adalah wujud mengakui kesalahan dan meminta maaf.

 

Selain itu, Kupat juga bermakna Laku Papat atau Empat Tindakan yakni Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan. Lebaran adalah usainya waktu puasa. Luberan adalah meluber atau melimpah, yakni ajakan bersedekah pada fakir miskin melalui zakat fitrah.

 

Leburan adalah habis atau lebur, yakni dosa-dosa yang telah melebur setelah saling memaafkan. Dan Laburan yang berasal dari kata labur atau kapur yang jamak digunakan sebagai penjernih air sebagai simbol kembali suci. Tradisi Lebaran Ketupat atau Kupatan konon pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga.

 

Dari segi bahasa, Kupatan berasal dari kata Kaffatan dalam Bahasa Arab yang mendapat perubahan bunyi dialek Jawa. Ketupat lazimnya dibungkus anyaman janur kelapa sebagai akronim kata jannah (surga) dan nur (cahaya). Dengan Ketupat, umat Islam Nusantara berharap mendapatkan cahaya surga setelah berpuasa sebulan penuh.

 

Nah, sudah ada rencana berkirim Ketupat Lebaran kemana saja? Untuk mertua, saudara, tetangga, teman, semua harus masuk hitungan. Sebab saling berkirim atau berbagi ketupat berarti saling memaafkan dan memberi kebaikan pada sesama. Bahkan di Gresik, Ketupat tidak hanya disajikan bersama Opor Ayam atau Kare Ayam. Ada jenis Kupat Kethek yang disajikan bersama parutan kelapa, garam, dan gula sebagai teman berkumpul bersama keluarga. Sudah pernah mencoba?

 

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Ketupat Lebaran 1

nikmatnya ketupat via www.flickr.com

 

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *