Kami Mahasiswa Perantauan, Sedih Tak Bisa Pulang Saat Ramadan

Home  >>  Berita  >>  Kami Mahasiswa Perantauan, Sedih Tak Bisa Pulang Saat Ramadan

Kami Mahasiswa Perantauan, Sedih Tak Bisa Pulang Saat Ramadan

   Berita   Juni 25, 2016  1 Comment

Ramadan lekat dengan tradisi berkumpul bersama keluarga di rumah. Bagi kami mahasiswa perantauan, datangnya Ramadan memang sangat dinantikan. Namun tak bisa kami pungkiri betapa susahnya menyembunyikan kesedihan saat menyadari jika kami terpisah sejauh ribuan mil dari keluarga.

Segala cara dilakukan untuk menghibur diri yang ujung-ujungnya curcol ke sosial media. Bukan pelarian yang didapat, malah jadi baper kuadrat. Bagaimana tidak, hampir semua teman mengunggah momen kebersamaan mereka dengan aneka sajian lezat bersama keluarga. Sementara kami di perantauan nun jauh di negeri seberang, hanya bisa menelan ludah hingga kering kerontang. Rindu kami adalah rindu yang mahal dan Ramadan kami jadi lebih menantang…

 

Waktunya Sahur Malah Ketiduran…

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Bangun Kesiangan

www.sharingdisini.com

Malam sebelum sahur biasanya pergi ke supermarket terdekat untuk belanja makanan instan dan mampir kedai halal. Namun karena sibuk mondar-mandir, kami baru tidur hampir pukul satu dini hari. Saat jam sahur kami masih molor karena alarm tak berbunyi atau berbunyi tapi dimatikan lagi dan tak satupun penghuni yang bangkit dari alam mimpi. Bangun-bangun sudah pukul lima pagi dengan mata nanar memandangi ayam goreng yang batal dinikmati.

 

Buka Puasa Kangen Mama

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Rindu Mama

www.blogspot.com

Momen kebersamaan saat bulan puasa di rumah adalah hal paling kami rindukan di perantauan. Kehangatan keluarga dan nikmatnya masakan mama menjadi penyebab baper berkepanjangan. Apa kabar ayam bakar, rendang, tumis kangkung serta masakan lezat mama yang lain. Di perantauan, kami harus menyiapkan semua hidangan sahur dan berbuka sendirian atau masak bareng teman sekamar. Marhaban Yaa Ramadhan, Marhaban Yaa Kegalauan. Buka puasa bersama sepiring nasi, sepotong ikan, dan air mata yang berjejalan.

 

Mau Video Call, Takut Makin Galau

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Video Call Mama

www.ask.fm
Dengan kecanggihan teknologi sekarang, jarak serasa dipendekkan, dan kerinduan lebih mudah tersampaikan. Tapi apalah daya jika ber-video call atau face time bersama keluarga di rumah semakin memerah air mata…

 

Memasak Hidangan yang Membangkitkan Kenangan

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Masakan Rumah

www.twitter.com

Karena kami sering membantu mama memasak di rumah, minimal hafal bumbu dan bahannya. Untuk menebus kerinduan, sajian rumah harus dihidangkan di tanah perantauan meski rasanya tak mungkin sama.

 

Tapi Kantong Lagi Cekak, Mie Instan Selalu Jadi Dewa Penolong

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Mie Instan

www.utakatikotak.com

Mama selalu berpesan agar kami pintar mengelola keuangan dan sehat memilih hidangan. Tapi apalah daya jika terlalu banyak bersenang-senang di awal bulan berakibat buruk di akhir perjalanan. Ekspektasi berbuka puasa dengan chicken roll dan salad, realisasi hanya semangkuk mie instan berteman sepi dan kenyataan.

Karaoke via Smule Sambil Ngabuburit

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Smule Anak Kost

www.youtube.com

Untuk membunuh waktu, kami kerap seru-seruan. Berhubung budget pas-pasan, karaoke cukuplah di kamar, bermodal gadget dan aplikasi pintar. Smule adalah dewa penolong kedua setelah mie instan yang mampu menggenapkan kebahagiaan di perantauan.

 

Makan Rame-Rame Seperti Supporter Bola

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Makan Bareng Anak Kost

www.kaskus.id

Daripada fokus pada kesedihan, lebih baik menciptakan momen kebersamaan yang baru bersama teman-teman. Salah satu kelebihan anak rantau adalah soal kekompakan dan kebersamaan. Masak bersama, makan bersama, meriahnya asrama menjelma lapangan bola.

 

Trip ke Suatu Tempat

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Traveling Bareng Sahabat

www.papasemar.com

Puasa tak harus di rumah (baca: asrama, kostan), jadi sah-sah saja jika kami merencanakan trip ke suatu tempat. Mumpung sedang liburan, mumpung tak ada kesibukan, saatnya memanjakan hati serta pikiran. Lewat traveling kami bisa mengenal banyak hal, tak hanya bersenang-senang namun juga belajar arti kehidupan.

 

Menjalankan Hobi

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Menjalankan Hobi

www.smartmama.com

Tidak hanya untuk membunuh waktu, menjalankan hobi juga dapat mengasah softskill. Rasa lapar yang mendera saat berpuasa dapat dialihkan untuk berekspresi dan membentuk citra diri. Itulah sebabnya menjalankan hobi dapat digunakan sebagai metode menurunkan berat badan yang cukup efektif.

Tidur Sepanjang Hari

 

www.salaminzaghi.com
“Bahwa di dunia ini tak hanya dihuni orang-orang yang hobi fotografi tapi juga berselancar lewat mimpi. Tidurnya orang puasa adalah pahala, mari mencetak banyak pahala dengan tidur seharian.” (Nobita, 24 tahun, Mahasiswa Akhir Zaman). Demi langit dan bumi, kami tak setuju dengan pendapat semacam ini meski di antara kami juga banyak yang molor hingga lupa diri.

 

Mama Minta Sambal, Mama Minta Serundeng, Mama Minta Bumbu Pecel…

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Kiriman Sambal

warungapung.com

Saat kerinduan tak mampu dibendung dan tiket pulang semahal gunung, yang bisa kami lakukan hanya mengharap kiriman dari kampung. Tak jarang mama menitipkan makanan kesukaan kami pada teman-teman yang beruntung bisa mudik jelang Idul Fitri. Sambal, serundeng, bumbu pecel, kering tempe, abon sapi, … biasanya kami jadi heboh sendiri mencatat banyak pesanan yang harus dipenuhi.

 

Menandai Saat Kepulangan dan Berencana Makan Apa Saja

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Kalender Coret

www.blogspot.com

Kisah di perantauan tak akan lengkap tanpa corat-coret tanggalan untuk menghitung waktu kepulangan. Kalender yang sudah penuh coretan masih dihiasi aneka gambar makanan. Sungguh, kami tak sabar ingin segera pulang dan menikmati bermacam hidangan hingga terisi cawan-cawan kerinduan.

 

Endingnya, Kami Tetap Bahagia Meski Jauh dari Keluarga

Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Enak - Friendship2

www.santabanta.com

Saat memutuskan merantau, kami sudah paham konsekuensinya. Jauh dari keluarga hanyalah satu dari seribu tantangan yang ada. Sepahit apapun cobaan di perantauan, semua akan sebanding dengan manisnya buah keberhasilan. Bukankah di perantauan kami telah menemukan keluarga kedua?

“Merantaulah. Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan). Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
(Imam Syafi’i)

 

 

 

Be Sociable, Share!

One Comment so far:

  1. obat herbal berkata:

    hmmm…pasti semua perantauan pasti ingin menangis dan mau pulang kalo inget keluarga dirumah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *