17 Varian Rujak Nusantara yang Wajib Anda Coba

Home  >>  Berita  >>  17 Varian Rujak Nusantara yang Wajib Anda Coba

17 Varian Rujak Nusantara yang Wajib Anda Coba

   Berita   November 9, 2016  4 Comments

Rujak merupakan makanan tradisional yang berisi campuran buah dan sayuran serta potongan lainnya lalu diguyur kuah atau bumbu pedas spesial. Menurut daerah asalnya, rujak mengalami diferensiasi baik dari segi isi maupun bumbu. Berikut adalah 17 varian rujak asli Indonesia yang perlu Anda coba.

 

Rujak Cingur

Yang paling terkenal dan nikmatnya tak diragukan adalah Rujak Cingur dari Surabaya, Jawa Timur. Cingur adalah mulut atau moncong sapi yang direbus dan diiris menjadi campuran bersama timun, bendoyo, bengkuang, lontong, tahu, tempe, kecambah, kangkung, dan sayur alur. Gurihnya kacang yang diuleg bersama petis, cabai, dan pisang klutuk menjadikan Rujak Cingur sebagai salah satu rujak terbaik yang pernah ada.

 

Rujak Cingur via www.infomakan.com

Rujak Cingur via www.infomakan.com

 

Rujak Kuah Pindang

Di Bali, ada Rujak Kuah Pindang yang tak boleh dilewatkan. Berisi potongan buah segar ala rujak manis yang kerap dijajakan di pinggir jalan. Bedanya, rujak ini menggunakan bumbu berupa kuah encer yang terbuat dari ikan, garam, terasi, dan cabai. Rasanya berbaur antara asin, gurih, pedas, dengan aroma ikan yang sangat kuat.

 

Rujak Kuah Pindang via www.kompastravelfair.com

Rujak Kuah Pindang via www.kompastravelfair.com

 

Rujak Bulung

Masih di Bali, jika Rujak Kuah Pindang berisi aneka buah-buahan, maka Rujak Bulung berisi rumput laut yang dibedakan menjadi dua jenis yakni Bulung Buni yang tidak dimasak tapi hanya dicuci menggunakan air panas lalu disajikan ala urap-urap, dan satunya lagi adalah Bulung Rambut yang disajikan bersama kuah pindang. Rasanya jangan ditanya, selain nikmat, kandungan gizinya pun luar biasa.

 

Rujak Bulung Buni via www.ksmtour.com

Rujak Bulung Buni via www.ksmtour.com

 

Rujak Bebeg

Rujak Bebeg atau Rujak Bebek berasal dari Pulau Jawa, khususnya Cirebon. Biasa dihidangkan saat hajatan tujuh bulanan bagi ibu hamil dan mempunyai rasa yang sangat segar. Dinamakan Rujak Bebeg sebab cara membuatnya diebek-ebek atau dilumatkan. Potongan buah mangga, mentimun, jambu, bengkuang, nanas, bahkan mengkudu dimasukkan dalam lesung kecil atau alu lalu ditumbuk bersama bumbu yang terbuat dari gula merah, terasi, asam jawa, serta cabai dan garam.

 

Rujak Bebeg via www.ferdfound.com

Rujak Bebeg via www.ferdfound.com

 

Asinan

Asinan dihasilkan dari pengacaran buah dan sayuran menggunakan garam dan cuka. Bedanya, asinan disajikan dalam keadaan asam, manis, asin, sementara rujak disajikan segar. Dari jenis asinan yang ada, Asinan Betawi dan Asinan Bogor paling digemari. Asinan Betawi lazim berisi sayuran seperti sawi, kubis, tauge, tahu, selada, dan kuahnya diberi tumbukan kacang yang sudah bercampur cuka dan cabai. Selain itu, Asinan Betawi juga dilengkapi krupuk mi. Sementara itu, Asinan Bogor berisi potongan buah segar yang telah diacar seperti mangga muda, jambu air, pepaya mengkal, kedondong, bengkuang, serta nanas dan disajikan bersama kuah cuka yang asam, manis, segar dengan taburan kacang goreng.

 

Asinan Bogor via www.kuliner.panduanwisata.id

Asinan Bogor via www.kuliner.panduanwisata.id

 

Rujak Soto

Di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, kita dapat mencoba varian rujak unik bernama Rujak Soto—yakni Rujak Cingur yang diguyur Soto Daging (sapi) atau Soto Babat. Rasanya sudah pasti adalah perpaduan antara keduanya; gurih kuah soto bercampur kacang tumbuk dan aroma petis yang sangat lezat.

 

Rujak Soto Banyuwangi via www.dasborpariwisata.blogspot.co.id

Rujak Soto Banyuwangi via www.dasborpariwisata.blogspot.co.id

 

Rujak Petis Madura

Cara membuatnya sederhana saja, petis dari Pulau Madura yang asin dan pekat dihaluskan bersama air dan cabai hingga bisa dicocol dengan potongan buah mangga muda atau mentimun. Menikmati Rujak Petis ala Madura sangat cocok ditemani segelas Es Dawet penghilang dahaga.

 

Rujak Petis Madura via www.tokopedia.com

Rujak Petis Madura via www.tokopedia.com

 

Rujak Asin

Di Paciran, Kabupaten Lamongan, kita bisa menjumpai Rujak Asin yang dari segi rasa hampir sama dengan Rujak Petis Madura. Hanya saja Rujak Asin menggunakan campuran kacang, terasi, asam jawa, serta pisang klutuk yang ditumbuk jadi satu sebagai bumbunya, lalu dicocol dengan potongan buah berukuran besar.

 

Rujak Asin Paciran via www.lamonganoke.wordpress.com

Rujak Asin Paciran via www.lamonganoke.wordpress.com

 

Rujak Es Krim

Hawa gerah di siang hari memang cocok untuk menikmati semangkuk Rujak Es Krim yang dijajakan di halaman Puro Pakualaman Yogyakarta. Kuliner legendaris tersebut sejatinya adalah rujak buah serut ditambah es puter yang terbuat dari santan. Sambil bercengkrama di bawah rindang pepohonan, lelehan es krim lembut dan segarnya rujak serut membuat Anda tak lagi cemberut.

 

Rujak Asin Paciran via www.lamonganoke.wordpress.com

Rujak Es Krim Jogja via www.visitingjogja.com

 

Rujak Jambu Mede

Sebagian orang memang tidak menyukai jambu mete yang terasa sepat dan airnya mampu meninggalkan bekas noda. Tapi bagi yang menyukainya, jambu mede juga enak dijadikan rujak. Mau mencoba?

 

 

Ayam Bakar Bumbu Rujak

Berbeda dengan rujak lain yang menggunakan buah dan sayur sebagai isian, Ayam Bakar Bumbu Rujak tentu memanfaatkan daging ayam kampung pilihan yang diolah dengan metode slow cooking agar pembakaran dapat merata. Bumbu yang digunakan bukanlah bumbu rujak manis kebanyakan, rasanya sangat tasty dengan kepedasan sesuai selera. Di Warung Apung Rahmawati, Anda bisa mencoba menu terdahsyat ini.

 

Ayam Bakar Bumbu Rujak via www.warungapung.com

Ayam Bakar Bumbu Rujak via www.warungapung.com

 

Rujak Mie

Rujak unik selanjutnya yang layak dicoba adalah Rujak Mie Palembang. Berisi mie kuning, tahu, tauge, serta potongan timun, lalu diguyur kuah cuko yang aduhai sedapnya!

 

Rujak Mi Palembang via www.cookpad.com

Rujak Mie Palembang via www.cookpad.com

 

Rujak U Groh

Dalam Bahasa Indonesia, Rujak U Groh adalah rujak batok kelapa, varian rujak unik yang berasal dari Aceh dan tak menggunakan buah maupun sayur sebagai bahan utama. Batok kelapa yang dirujak adalah yang sudah dikuliti dan diiris tipis, jadi Anda tak perlu khawatir sedang melakukan adegan debus berbahaya. Rasanya sedikit sepat, namun bantuan gula aren mampu menetralisir rasa. Buah lokal seperti rumbia dan batolk

 

Rujak U Groh via www.tribunnews.com

Rujak U Groh via www.tribunnews.com

 

Rujak Shanghai

Dari Aceh kita terbang ke Jakarta. Ada Rujak Shanghai dari Petak Sembilan yang rasanya hampir mirip dengan asinan. Uniknya, ia menggunakan irisan lobak, cumi, serta ubur-ubur sebagai isian, lalu diguyur saus tomat dan bubuk koya. Bagaimana, sudah terbayang nikmatnya?

 

Rujak Shanghai via www.commons.wikimedia.org

Rujak Shanghai via www.commons.wikimedia.org

 

Rujak Juhi

Masih dari Betawi, Anda bisa berkenalan dengan Rujak Juhi. Juhi adalah kepiting bakar atau asap yang dijadikan isian bersama irisan timun, kol, kentang, serta mie kuning. Jangan lupa tambahkan emping goreng dan bumbu kacang agar rasanya lebih nendang.

 

Rujak Juhi via www.gedoor.com

Rujak Juhi via www.gedoor.com

 

Rujak Gobet

Dan, kembali lagi ke Surabaya. Jika Anda penasaran dengan bahan dasar yang digunakan untuk Rujak Es Krim, maka Rujak Gobetlah jawabnya. Musim mangga seperti sekarang adalah waktu yang pas untuk membuat rujak gobet atau rujak serut bersama kedondong dan mentimun. Kuah rujak yang terbuat dari gula aren dan asam jawa membuat siapapun jatuh cinta.

 

Rujak Gobet via www.okezone.com

Rujak Gobet via www.okezone.com

 

Rujak Manis

Jika Anda berjalan-jalan di seputaran Jalan Dr. Soetomo Surabaya, maka Anda akan mudah menjumpai deretan penjual rujak manis dengan bermacam buah-buahan. Bumbu rujak manis yang terbuat dari gula aren, asam jawa, serta tumbukan kacang tanah tersebut akan sangat serasi bila dicocol bersama buah-buahan segar nan crunchy.

 

 

Wah, ternyata Indonesia mempunyai banyak sekali varian rujak yang unik, nikmat, dan patut dicoba. Dari sekian banyak rujak yang ada, manakah yang telah Anda coba dan menjadi favorit keluarga?

 

 

Be Sociable, Share!

4 Comments so far:

  1. Emakmbolang berkata:

    Sebagai pecinta rujak, teenyata masih ada beberapa yg belum kuincip. Kalau ayam bakar bumbu rujak warung apung sih sering, enak dan mantep rasanya

    • Warung Apung Rahmawati berkata:

      Saatnya menjelajah lagi agar misi komplit semua. Terima kasih atas respon baiknya, Emak. Salam hangat 🙂

  2. Dini Zaki DNZ berkata:

    Sedddaapp. Yang kuah ikan blm pernah nyoba, tp kelihatannya enak. Izin share ya…

    • Warung Apung Rahmawati berkata:

      Terima kasih sudah mampir di blog kami, Mbak Dini. Silakan mencoba kreasi rujak Nusantara di rumah, dan feel free to share artikel ini. Salam ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *